8 Aplikasi Pertanian yang Bermanfaat Bagi Petani dan Konsumen

Indonesia merupakan negara agraris, yang berarti, pertanian/perkebunan merupakan salah satu mata pencahariaan terbanyak. Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki beragam kekayaan alam yang melimpah. DItambah lagi dengan posisinya yang cukup strategis, memiliki beberapa gunung api, yang membuat kandungan tanahnya subur dan kaya akan mineral.

Sebagai negara agraris, Indonesia dapat menghasilkan berbagai komoditas pangan dan juga terkenal akan rempah-rempahnya. Indonesia pernah tercatat mengalami masa swasembada pangan pada era 1980-an. Tetapi, Indonesia kerap kali mengimpor pangan dari negara lain. Hal ini dapat terjadi karena berbagai faktor, diantaranya persediaan terbatas/sesuai musim saja, harga yang bergejolak dan adanya permainan curang pada rantai distribusi.

Oleh sebab itu, kini mulai bermunculan aplikasi digital untuk membantu berbagai masalah yang ada pada bidang pertanian/perkebunan.

Eragano, menyediakan solusi dari hulu hingga hilir sector pertanian. Digagas oleh Stephanie Jesselyn dan Aris Hendrawan dan telah mendapatkan pendanaan dari East Venture pada Juli 2016. Solusi yang ditawarkan antara lain : penjualan perlengkapan pertanian dan juga pupuk, penjualan hasil panen, system pengelolaan sawah dan pinjaman bagi petani.

iGrow, merupakan platform investasi pertanian dan bisa dipantau secara online. Aplikasi yang digagas oleh Andreas Senjaya dan Jim Oklahoma, juga telah mendapatkan pendanaan tahap awal pada Juli 2016. iGrow menghubungkan investor, petani dan pembeli.

8Villages, merupakan perusahaan yang membuat aplikasi Petani dan RegoPantes. Aplikasi Petani ditujukan untuk para petani yang ingin konsultasi terkait tanaman kepada para pakar pertanian, dan memungkinkan petani untuk mengirim foto tanamannya. Aplikasi ini juga berfungsi sebagai forum online untuk berbagi informasi.

Sedangkan RegoPantes merupakan aplikasi yang memungkinkan petani untuk menjual hasil pertanian langsung kepada konsumen, sehingga mereka bisa mendapatkan harga yang layak dibanding menjual kepada distributor.

SayurBox, aplikasi yang menyediakan layanan pemesanan sayur organik segar yang baru dipanen. Dengan system PO (memesan sayuran sebelumnya), hingga saatnya tiba, tim SayurBox akan mengirimkan sayuran langsung kerumah konsumen. Namun layanan ini baru menjangkau daerah Jakarta dan Tangerang.

Simbah, aplikasi yang menyediakan forum untuk berbagi informasi/Tanya jawab perihal pertanian, juga dapat membantu petani untuk menjual hasil pertanian langsung ke konsumen.

Karsa, menyediakan informasi pertanian kepada petani, produsen pertanian dan juga pemerintah. Dengan aplikasi ini, petani dapat mengetahui cara menanam yang baik, pemerintah dapat mengetahui apa saja yang dibutuhkan petani, dan juga memantau harga komoditas di pasar.

Kecipir, sebelumnya bernama LOFMart namun karena merasa namanya kurang menjual, maka diubah menjadi Kecipir. Digagas oleh Tantyo Bangun, platform ini menyediakan penjualan sayur organic dan dapat melayani konsumen untuk wilayah Jabodetabek.

Referensi :

  1. Iwan Supriyatna. Kompas. Negara Agraris, Mengapa Harga Pangan di Indonesia Bergejolak?
  2. Aditya Hadi Pratama. [Update] Kumpulan Startup dan Aplikasi Pertanian di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *