C++ #5: Operator

C++ #5: Operator



Halo teman Rumah Coding, pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang Variabel dan Tipe Data pada pemgrograman C++. Bagi yang belum membaca bisa silahkan buka artikel nya dulu ya, karena kali ini kita akan membahas tentang Operator pada pemrograman C++.

Variabel yang menyimpan nilai atau data bisa melakukan sebuah pengolahan data yang memerlukan operator tertentu. Operator adalah simbol atau karakter khusus yang digunakan untuk melakukan suatu operasi tertentu untuk pengolahan nilai / data.

Contoh, apabila kita ingin melakukan penjumlahan nilai pada dua buah variabel a dan b, kita membutuhkan operator (+) untuk melakukan perhitungan tersebut ( a + b ).

Nah kali ini kita akan bahas macam-macam operator beserta contoh penggunaannya pada program.

  1. Operator Aritmatika

Operator artimatika merupakan operator untuk melakukan perhitungan matematika. Operator aritmatika terdiri dari :

OperatorKeteranganContoh
*Perkaliana * b
/Pembagiana / b
%Sisa pembagian (Modulo)a % b
+Penjumlahana + b
Pengurangana – b



Contoh penggunaan operator aritmatika bisa dilihat dibawah ini. Buat program baru bernama operator_aritmatika.cpp. isi kode berikut :

#include <iostream>
using namespace std;

int main(){

    int a, b;

    cout << "Inputkan nilai a: ";
    cin >> a;

    cout << "Inputkan nilai b: ";
    cin >> b;

    cout << "Hasil a + b: " << a + b << endl;
    cout << "Hasil a - b: " << a - b << endl;
    cout << "Hasil a * b: " << a * b << endl;
    cout << "Hasil a / b: " << a / b << endl;
    cout << "Hasil a % b: " << a % b << endl;

    return 0;
}

hasil programnya sebagai berikut



  1. Operator Penugasan (Assignment)

Operator penugasan (Assignment Operator) merupakan operator untuk memberikan tugas pada variabel. Biasanya untuk mengisi nilai pada sebuah variabel. Operator Penugasan terdiri dari:

OperatorKeteranganContoh
+=PenambahanX += Y
-=PenguranganX -= Y
*=PerkalianX *= Y
/=PembagianX /= Y
%=Sisa Pembagian (Modulo)X %= Y
>>=Pergeseran bit ke kiriX >>= Y
<<=Pergeseran bit ke kananX <<= Y
&=Bitwise DANX &= Y
^=Bitwise OR EksklusifX ^= Y
|=Bitwise OR InklusifX |= Y



Penerapan dalam program mari kita praktekan. Buat program baru dengan nama operator_penugasan.cpp, kemudian isi code berikut .

#include <iostream>
using namespace std;

int main()
{

    int nilai1, nilai2;

    // pengisian nilai dengan operator =
    nilai1 = 10;
    nilai2 = 15;

    // pengisian sekaligus penambahan
    nilai2 += nilai1; // ini sama seperti nilai2 = nilai2 + nilai1
    cout << "Hasil nilai2 += nilai1 adalah " << nilai2 << endl;

    // pengisian sekaligus pengurangan
    nilai2 -= nilai1; // ini sama seperti nilai2 = nilai2 - nilai1
    cout << "Hasil nilai2 -= nilai1 adalah " << nilai2 << endl;

    // pengisian sekaligus perkalian
    nilai2 *= nilai1; // ini sama seperti nilai2 = nilai2 * nilai1
    cout << "Hasil nilai2 *= nilai1 adalah " << nilai2 << endl;

    // pengisian sekaligus pembagian
    nilai2 /= nilai1; // ini sama seperti nilai2 = nilai2 / nilai1
    cout << "Hasil nilai2 /= nilai1 adalah " << nilai2 << endl;

    // pengisian sekaligus penambahan
    nilai2 %= nilai1; // ini sama seperti nilai2 = nilai2 % nilai1
    cout << "Hasil nilai2 %= nilai1 adalah " << nilai2 << endl;

    return 0;
}




hasil programnya sebagai berikut

Pada program tersebut, variabel nilai2 kita isi ulang dengan operator penugasan. Contoh nilai2 += nilai1, ini sama dengan nilai2 = nilai2 + nilai1.


  1. Operator Pembanding

Operator Pembanding adalah operator yang digunakan untuk membandingkan 2 (dua) nilai. Misalnya, untuk menentukan apakah suatu variable memiliki nilai lebih besar atau lebih kecil dan sebagainya, hal itu dapat ditentukan dengan menggunakan Operator Pembanding. dan Hasil dari operasi tersebut akan bernilai Benar (1) atau salah ( 0 ). Operator pembanding terdiri dari :

OperatorKeteranganContoh
==Sama dengan(a==a) atau (a==5) atau (5==5)
!=tidak sama dengan(a!=a) atau (a!=5) atau (5!=5)
kurang dari(a<a) atau (a<5) atau (5<5)
lebih besar dari(a>a) atau (a>5) atau (5>5)
<=kurang dari sama dengan(a<=a) atau (a<=5) atau (5<=5)
>=lebih dari sama dengan(a>=a) atau (a>=5) atau (5>=5)


Kita praktekan dalam program. Buatlah program baru dengan nama operator_pembanding.cpp, isi kode berikut :

#include <iostream>
using namespace std;

int main(){
    int a = 4, b = 3;

    cout << "a = " << a << endl;
    cout << "b = " << b << endl;

    // menggunakan operator pembanding
    cout << "a > b = " << (a > b) << endl;

    cout << "a < b = " << (a < b) << endl;

    cout << "a >= b = " << (a >= b) << endl;

    cout << "a <= b = " << (a <= b) << endl;

    cout << "a == b = " << (a == b) << endl;

    cout << "a != b = " << (a != b) << endl;

    return 0;
}


Hasil program :


  1. Operator Logika

Operator logika digunakan untuk memeriksa kesamaan nilai dari dua data atau lebih dan menghasilkan nilai TRUE atau FALSE. Operrator logika terdiri dari :

OperatorKeteranganContoh
&&Disebut sebagai Logical AND operator. Jika kedua operand tidak memiliki nilai yang sama maka akan bernilai falseA && B = false
||Disebut sebagai Logical OR operator. Jika keduanya atau salah satu data bernilai true maka akan menghasilkan nilai trueA || B = true
!Disebut sebagai Logical NOT operator. Untuk mengembalikan nilai, jika A adalah true maka akan bernilai false!(A && B) = true


Untuk memahami lebih jelas, mari kita terapkan ke dalam program. Buatlah program baru dengan nama operator_logika.cpp, lalu isi kode berikut.

#include <iostream>
using namespace std;

int main(){
    bool a = 1; // true
    bool b = 0; // false
    bool hasil;

    cout << "a = " << a << endl;
    cout << "b = " << b << endl;

    // logika AND
    hasil = a && b;
    cout << "a && b = " << hasil << endl;

    // logika OR
    hasil = a || b;
    cout << "a || b = " << hasil << endl;

    // logika NOT
    cout << "!a = " << !a << endl;

    return 0;
}


Hasil program



  1. Operator Lainnya

Selain dari beberapa operator diatas yang sudah kita bahas, ada beberapa operator lainnya yang harus diketahui.

OperatorKeteranganContoh
? :Ternary, membuat kondisia=b ? “sama” : “tidak sama”
++Incrementa++ / ++a
Decrementa– / –a


  • Operator Ternary

Operator ternary Berguna untuk membuat kondisi. Konsepnya sama dengan percabangan if-else. Contoh penggunaan.

#include <iostream>
using namespace std;

int main(){
    int x = 8;

    // penggunaan operator ternary
    string hasil = x > 1 ? "benar": "salah";

    cout << "a > 1 adalah " << hasil << endl;

    return 0;
}



Hasil program


  • Increment (++) dan Decrement (–)

operator increment dan decrement berguna untuk menambah dan mengurangi nilai 1 pada variabel. Operator increment dan decrement dapat ditaruh di depan maupun di belakang variabel. Operator ini biasanya digunakan pada blok perulangan. Contoh penggunaan dalam program.

#include <iostream>
using namespace std;

int main(){
    int a = 4;

    // increment a
    a++;
    cout << "a++ = " << a << endl;

    // increment lagi a
    ++a;
    cout << "++a = " << a << endl;

    // decrement a
    a--;
    cout << "a-- = " << a << endl;

    // decrement lagi a
    --a;
    cout << "--a = " << a << endl;

    return 0;
}



Hasil program



Itulah macam-operator dalam perograman c++, operator-operator ini akan sering kalian gunakan di bahasa pemrograman manapun.

Demikian pembahasan mengenai operator, semoga bermanfaat dan terus berlatih. Sampai bertemu di artikel selalnjutnya.

Program Sederhana Function Pass By Address C++

Program Sederhana Function Pass By Address C++



Halo teman Rumah Coding, di artikel sebelumnya saya sudah menjelaskan penerapan Function Pass By Reference dan kita juga sudah mempraktekkan contoh pembuatan program sederhana terkait penerapan Pass By Reference.

Pada artikel kali ini saya akan melanjutkan pembahasan terkait pengiriman argumen ke parameter  dengan metode Pass By Address serta memberikan contoh penerapan function pass by Address pada program sederhana yang akan kita buat.

Dimana Pass By Address yang dimaksud adalah parameter pada function yang menggunakan pointer atau operator * pada deklarasinya, yang artinya argumen pemanggil function tersebut harus mengirimkan nilai alamat memori  variabel untuk parameter function.

Untuk lebih jelasnya mari kita praktekkan.

Program input dengan function

Kita akan membuat program untuk input sederhana yang menerapkan pass by address. Buatlah file baru dengan nama inputData.cpp

#include <iostream>
using namespace std;

void inputData (string * paramNama, int * paramNilai) {
  cout << "Masukan nama : ";
  cin >> *paramNama;

  cout << "Masukan nilai : ";
  cin >> *paramNilai;
}

int main () {
  string nama;
  int nilai;

  inputData(&nama, &nilai);

  cout << endl;

  cout << "Nama anda adalah : " << nama << endl;
  cout << "Nilai anda adalah : " << nilai << endl;

  return 0;
}


Setelah itu compile dan run aplikasi



Penjelesanan Syntax :

void inputData (string * paramNama, int * paramNilai) {
  cout << "Masukan nama : ";
  cin >> *paramNama;

  cout << "Masukan nilai : ";
  cin >> *paramNilai;
}

Bagian ini adalah pembuatan fungsi non-Return dengan nama inputData. Fungsi ini menggunakan parameter pointer dengan ditandai operator ‘*’ yang nantinya setiap variabel argumen yang dikirim oleh pemanggil fungsi pada program utama (int main) harus mengirim nilai alamat memori dengan cara memberi operator & pada variabel yang dikirim ke parameter.

Konsep parameter dan argumen bisa diilustrasikan seperti, deklarasi variabel adalah parameter dan argumen adalah pengisi nilai /data. Untuk parameter pointer hanya bisa menyimpan nilai alamat memori dari sebuah variabel. Oleh karena itu akan menjadi seperti ini

String * paramNama = &nama (argumen yang dikirim berupa variabel dengan operator ‘&’ untuk mengambil alamat memori dari variabel tersebut)

Pada fungsi dataInput terdapat fungsi CIN, variabel inputnya adalah parameter dari fungsi ini. Maka semua input yang dilakukan pada fungsi ini akan menjadi nilai pada variabel argumen pemanggil fungsi ini. Pengisian nilai / data pada parameter pointer menggunakan CIN harus menggunakan metode dereferensi dari parameter pointer untuk mengisikan nilai.

Pada program utama yang kita buat, pemanggil fungsi dataInput pada program utama (int main) mengirimkan argumen variabel nama dan nilai“dataInput(nama, nilai)”, dimana variabel nama dan nilai ini adalah variabel yang dibuat / deklarasi pada program utama. Saat fungsi dipanggil di program utama, fungsi melakukan perintah input CIN yang nantinya input tersebut akan menjadi nilai langsung pada variabel nama dan nilai pada program utama (int main). Hal ini bisa terjadi dikarenakan parameter fungsi menggunakan parameter reference.

string nama;
int nilai;

inputData(&nama, &nilai);

Bagian ini adalah pembuatan variabel nama dan nilai pada program utama yang nanti akan menjadi argumen yang dikirim pada parameter pointer fungsi dataInput. “dataInput(&nama, &nilai)” adalah pemanggil fungsi yang mengirimkan alamat memori variabel sebagai argumen.

cout << "Nama anda adalah : " << nama << endl;
cout << "Nilai anda adalah : " << nilai << endl;

Menampilkan tampilan setelah dilakukan eksekusi input pada fungsi dataInput, pada bagian ini akan menampilkan nilai pada variabel nama dan nilai pada program utama dimana variabel tersebut sudah diberi nilai melalui fungsi dataInput().

Setelah kita sama-sama mempraktekan program diatas, diharapkan teman Rumah Coding dapat memahami apa itu konsep dari Pass By Address.

Demikian artikel kali ini mengenai penerapan Function Pass By Address, semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk terus berlatih. Sampai bertemu di artikel selanjutnya

pass by reference c++

Program Sederhana Function Pass By Reference C++

Halo teman Rumah Coding, pada artikel kali ini saya akan memberikan contoh penerapan function pass by reference pada program sederhana yang akan kita buat.

Dimana Pass By Reference yang dimaksud adalah parameter pada function menggunakan reference atau operator ‘&’ pada deklarasinya, yang artinya argumen pemanggil function tersebut akan menjadi variabel referensi untuk parameter function. Untuk lebih jelasnya mari kita praktekkan.

Program input dengan function

Kita akan membuat aplikasi untuk input sederhana yang menerapkan pass by reference Buatlah file baru dengan nama input.cpp

#include <iostream>
using namespace std;

// Pembuatan fungsi dataInput dengan parameter reference yang mereferensikan ke variabel argumen setiap kiriman arguman dari pemanggil fungsi
void dataInput (string &inputNama, int &inputNilai) {
    cout << "Masukan nama : ";
    // Input CIN ini akan mengisi nilai pada variabel nama pada fungsi utama
    cin >> inputNama;

    cout << "Masukan nilai : ";
    // Input CIN ini akan mengisi nilai pada variabel nilai pada fungsi utama
    cin >> inputNilai;
}

int main () {
    // deklarasi variabel
    string nama;
    int nilai;

    // Memanggil fungsi dataInput dengan mengirim argumen variabel nama dan nilai
    dataInput(nama, nilai);

    cout << endl;

    // Menampilkan hasil input dengan memanggil variabeel nama dan nilai pada fungsi utama
    cout << "Nama anda adalah : " << nama << endl;
    cout << "Nilai anda adalah : " << nilai << endl;

    return 0;
}


Setelah itu compile dan run aplikasi


Penjelesanan Syntax :

void dataInput (string &inputNama, int &inputNilai) {
    cout << "Masukan nama : ";
    // Input CIN ini akan mengisi nilai pada variabel nama pada fungsi utama
    cin >> inputNama;

    cout << "Masukan nilai : ";
    // Input CIN ini akan mengisi nilai pada variabel nilai pada fungsi utama
    cin >> inputNilai;
}

Bagian ini adalah pembuatan fungsi non-Return dengan nama dataInput. Fungsi ini menggunakan parameter reference dengan ditandai operator ‘&’ yang nantinya setiap variabel argumen yang dikirim oleh pemanggil fungsi pada program utama (int main) akan menjadi variabel referensi.

Pada baris perintah fungsi dataInput terdapat fungsi CIN, yang mana variabel inputnya adalah parameter dari fungsi ini. Maka semua input yang dilakukan pada fungsi ini akan menjadi nilai pada variabel argumen pemanggil fungsi ini.

Pada program utama yang kita buat, pemanggil fungsi dataInput pada program utama (int main) mengirimkan argumen variabel nama dan nilai“dataInput(nama, nilai)”, dimana variabel nama dan nilai ini adalah variabel yang dibuat / deklarasi pada program utama. Saat fungsi dipanggil di program utama, fungsi melakukan perintah input CIN yang nantinya input tersebut akan menjadi nilai langsung pada variabel nama dan nilai pada program utama (int main). Hal ini bisa terjadi dikarenakan parameter fungsi menggunakan parameter reference.

// deklarasi variabel
    string nama;
    int nilai;

    // Memanggil fungsi dataInput dengan mengirim argumen variabel nama dan nilai
    dataInput(nama, nilai);

Bagian ini adalah pembuatan variabel nama dan nilai pada program utama yang nanti akan menjadi variabel referensi pada parameter reference fungsi dataInput. “dataInput(nama, nilai)” adalah pemanggil fungsi yang mengirimkan variabel tersebut.

// Menampilkan hasil input dengan memanggil variabeel nama dan nilai pada fungsi utama
    cout << "Nama anda adalah : " << nama << endl;
    cout << "Nilai anda adalah : " << nilai << endl;

Menampilkan tampilan setelah dilakukan eksekusi input pada fungsi dataInput, pada bagian ini akan menampilkan nilai pada variabel nama dan nilai pada program utama yang mana variabel tersebut sudah diberi nilai melalui fungsi dataInput().

Setelah kita sama-sama mempraktekan program diatas, diharapkan teman Rumah Coding dapat memahami apa itu konsep dari Pass By Reference.

Demikian artikel kali ini mengenai penerapan Function Pass By Reference, semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk terus berlatih. Sampai bertemu di artikel selanjutnya

validasi php

Membuat Form Validasi Sederhana PHP



Halo teman Rumah Coding, pada artikel kali ini kita akan membahas tentang pembuatan form validasi pada PHP. Kita akan membuat validasi nama dan email, dimana input nama akan di cek apakah sudah terisi atau kosong dan input email akan di cek valid atau tidak.

Validasi pada form aplikasi bisa dikatakan hal dasar dan wajib dipelajari, bayangkan jika kita membuat aplikasi tanpa adanya  validasi. Input user pasti tidak akan sesuai dengan ketentuan form aplikasi yang kita buat. Maka dari itu validasi ini akan berguna untuk membuat filter input agar sesuai dengan ketentuan dari form aplikasi.

Pada kesempatan kali ini kita akan membuat form validasi sederhana dimana form yang akan kita buat berisi input nama dan email. data akan dikirim ke file php terpisah yang kemudian data-data tersebut akan di periksa untuk validasi. Validasi yang akan kita lakukan adalah cek terisi atau tidak seluruh input pada form dan apakah email yang diinput valid atau tidak. Jika input tidak terisi atau email tidak valid akan mengembalikan pesan eror sesuai dengan bagian input yang kosong pada form input. Untuk lebih jelasnya mari kita mulai praktekkan.

Membuat Tampilan Form Validasi

Pertama kita akan membuat tampilan form untuk input data. Buat sebuah file baru dengan nama index.php

<?php
    // Memberi nilai awal kosong pada variabel
    $namaPesan = $emailPesan = "";

    session_start();

    // Memberi nilai baru pada variabel $namaPesan jika ada $_Session "namaPesan"
    if (isset($_SESSION['namaPesan'])){
        $namaPesan = $_SESSION['namaPesan'];
    }

    // Memberi nilai baru pada variabel $emailPesan jika ada $_Session "namaPesan"
    if (isset($_SESSION['emailPesan'])){
        $emailPesan = $_SESSION['emailPesan'];
    }
    session_unset();
    session_destroy();
?>
<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
<head>
    <meta charset="UTF-8">
    <meta http-equiv="X-UA-Compatible" content="IE=edge">
    <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">
    <title>Form Validasi | blog.rumahcoding.co.id</title>
</head>
<body>
    <h1>Form Validasi | blog.rumahcoding.co.id</h1>
    
    <!-- validasi akan di lakukan pada file cek-validasi.php -->
    <form action="cek-validasi.php" method="post">
        <table>
            <tr>
                <td>Nama : </td>
                <td>
                    <input type="text" name="nama" id="id">

                    <!-- berfungsi menampilkan pesan eror berdasar kan nilai dari $namaPesan -->
                    <span style="color:red;">* <?= $namaPesan ?></span>
                </td>
            </tr>
            <tr>
                <td>Email : </td>
                <td>
                    <input type="text" name="email" id="email">

                    <!-- berfungsi menampilkan pesan eror berdasar kan nilai dari $emailPesan -->
                    <span style="color:red;">* <?= $emailPesan ?></span>
                </td>
            </tr>
            <tr>
                <td></td>
                <td><input type="submit" name="submit" id="submit" value="Kirim"></td>
            </tr>
        </table>
    </form>
</body>
</html>



Jalankan index.php pada browser untuk melihat tampilan



Penjelasan index.php :

<?php
    // Memberi nilai awal kosong pada variabel
    $namaPesan = $emailPesan = "";

    // Memberi nilai baru pada variabel $namaPesan jika ada $_Session "namaPesan"
    if (isset($_SESSION['namaPesan'])){
        $namaPesan = $_SESSION['namaPesan'];
    }

    // Memberi nilai baru pada variabel $emailPesan jika ada $_Session "namaPesan"
    if (isset($_SESSION['emailPesam'])){
        $emailPesan = $_SESSION['emailPesan'];
    }
?>


Bagian ini berfungsi untuk menerima pesan eror yang di kirim dari cek-validasi.php dan menampung pesan eror tersebut kedalam variabel $namaPesan dan $emailPesan.

<span style="color:red;">* <?= $namaPesan ?></span>


Tag span ini  berfungsi untuk menampilkan pesan eror pada kolom nama berdasar nilai variabel $namaPesan.

<span style="color:red;">* <?= $emailPesan ?></span>


Tag span ini  berfungsi untuk menampikan pesan eror pada kolom email berdasar nilai variabel $emailPesan.
Pada tag Form Action mengarah ke cek-validasi.php, dimana proses validasi akan dilakukan pada file tersebut yang akan kita buat nanti.

Membuat Validasi Data Terisi atau Kosong.


Setelah membuat tampilan untuk input data, sekarang kita akan membuat logic untuk memvalidasi setiap input pada form. Buatlah file dengan nama cek-validasi.php.

<?php
    if (isset($_POST['submit'])){

        // memulai session untuk mengirim pesan eror pada session
        session_start();

        // menyimpan nilai dari request POST
        $nama = $_POST['nama'];
        $email = $_POST['email'];

        // menampung nilai eror pada validasi sebagai status eror
        $eror = false;

        // cek variabel $nama bernilai kosong ("") atau tidak
        if ($nama == ""){
            // membuat session namaPesan untuk memberi pesan eror pada kolom nama yang diterima index.php
            $_SESSION['namaPesan'] = "Kolom nama harus diisi";

            // mengubah nilai $eror menjadi true
            $eror = true;
        }

        // cek variabel $email bernilai kosong ("") atau tidak
        if ($email == ""){
            // membuat session emailPesan untuk memberi pesan eror pada kolom email yang diterima index.php
            $_SESSION['emailPesan'] = "Kolom email harus diisi";

            // mengubah nilai $eror menjadi true
            $eror = true;
        }

        // cek nilai akhir variabel $eror, jika bernilai true maka akan redirect ke halaman index.php jika bernilai false akan membuat echo
        if ($eror == true){
            header('location: index.php');
        } else {
            echo "Data berhasil diinput";
        }
    }
?>


Penjelasan cek-validasi.php :

// menyimpan nilai dari request POST
    $nama = $_POST['nama'];
    $email = $_POST['email'];

Bagian ini adalah pembuatan variabel untuk menerima nilai dari request POST nama dan email.

// menampung nilai eror pada validasi sebagai status eror
    $eror = false;

Variabel $eror berfungsi untuk menampung status validasi sebagai penentu eksekusi lanjutan file cek-validasi.php

// cek variabel $nama bernilai kosong ("") atau tidak
    if ($nama == ""){
        // membuat session namaPesan untuk memberi pesan eror pada kolom nama yang diterima index.php
        $_SESSION['namaPesan'] = "Kolom nama harus diisi";

        // mengubah nilai $eror menjadi true
        $eror = true;
    }

Bagian ini untuk cek nilai variabel $nama. Jika bernilai kosong maka akan dibuat session namaPesan dengan berisi pesan eror yang akan ditampilkan dan mengubah nilai $eror menjadi true menandakan terdapat pesan eror yang harus ditampilkan

// cek nilai akhir variabel $eror, jika bernilai true maka akan redirect ke halaman index.php jika bernilai false akan membuat echo
    if ($eror == true){
        header('location: index.php');
    } else {
        echo "Data berhasil diinput";
    }

Bagian ini menentukan hasil dari file cek-validasi.php, jika nilai $eror adalah true maka akan dilakukan redirect ke halaman index.php dan menampilkan pesan eror. Jika tidak akan ditampilkan tulisan “Data berhasil diinput” Jalankan program tersebut lalu lakukan input pada form



Membuat Validasi Email Valid



Untuk validasi email, kita akan modifikasi dari file cek-validasi.php dan menambahkan sedikit logic untuk memvalidasi input email. Silahkan tambahkan code dibawah ke dalam file cek-validasi.php

// cek apakah email yang diinput valid atau tidak
    if ($email != "" && !filter_var($_POST["email"], FILTER_VALIDATE_EMAIL)){
        // membuat session emailPesan untuk memberi pesan eror pada kolom email yang diterima index.php
        $_SESSION['emailPesan'] = "Email yang anda masukan tidak valid";

        // mengubah nilai $eror menjadi true
        $eror = true;
    }


Maka file cek-validasi.php akan menjadi seperti ini

<?php
if (isset($_POST['submit'])){

    // memulai session untuk mengirim pesan eror pada session
    session_start();

    // menyimpan nilai dari request POST
    $nama = $_POST['nama'];
    $email = $_POST['email'];

    // menampung nilai eror pada validasi sebagai status eror
    $eror = false;

    // cek variabel $nama bernilai kosong ("") atau tidak
    if ($nama == ""){
        // membuat session namaPesan untuk memberi pesan eror pada kolom nama yang diterima index.php
        $_SESSION['namaPesan'] = "Kolom nama harus diisi";

        // mengubah nilai $eror menjadi true
        $eror = true;
    }

    // cek variabel $email bernilai kosong ("") atau tidak
    if ($email == ""){
        // membuat session emailPesan untuk memberi pesan eror pada kolom email yang diterima index.php
        $_SESSION['emailPesan'] = "Kolom email harus diisi";

        // mengubah nilai $eror menjadi true
        $eror = true;
    } 

        // cek apakah email yang diinput valid atau tidak
    if ($email != "" && !filter_var($_POST["email"], FILTER_VALIDATE_EMAIL)){
        // membuat session emailPesan untuk memberi pesan eror pada kolom email yang diterima index.php
        $_SESSION['emailPesan'] = "Email yang anda masukan tidak valid";

        // mengubah nilai $eror menjadi true
        $eror = true;
    }
    

    // cek nilai akhir variabel $eror, jika bernilai true maka akan redirect ke halaman index.php jika bernilai false akan membuat echo
    if ($eror == true){
        header('location: index.php');
    } else {
        echo "Data berhasil diinput";
    }
}
?>


Penjelasan tambahan syntax :

// cek apakah email yang diinput valid atau tidak
    if ($email != "" && !filter_var($_POST["email"], FILTER_VALIDATE_EMAIL)){
        // membuat session emailPesan untuk memberi pesan eror pada kolom email yang diterima index.php
        $_SESSION['emailPesan'] = "Email yang anda masukan tidak valid";

        // mengubah nilai $eror menjadi true
        $eror = true;
    }


Bagian ini akan cek variabel email yang terisi data dan akan divalidasi data input tersebut sesuai dengan format email yang valid atau tidak. Validasi dilakukan menggunakan fungsi filter_var().

Setelah dilakukan perubahan silahkan jalankan program tersebut





Jika variabel $eror bernilai false maka tampil tulisan Data berhasil diinput

Demikian pembahasan untuk validasi form input, silahkan kalian lakukan modifikasi untuk mempercantik tampilan. Terus kembangkan apa yang sudah dipelajari dengan terus melatih, Sampai bertemu di artikel selanjutnya

variabel dan tipe data c++

C++ #4 : Variabel dan Tipe data Pada C++

Halo teman Rumah Coding. pada postingan kali ini kita akan membahas mengenai variabel dan tipe data pada C++. variabel dan tipe data ini sangat berpengaruh pada program yang sedang berjalan. disini kita akan mengetahui bagaimana prilaku dari variabel dan tipe data pada saat program dijalankan.

Pada dasarnya proses program komputer adalah menerima input, melakukan proses dan menghasilkan output.

Pada pembahasan sebelumnya, kita sudah belajar tentang input dan output dimana terdapat pembuatan variabel untuk menampung sebuah nilai. Nilai input didapat dari keyboard dan diproses untuk kemudian menghasilkan output (tampilan).



Variabel dibutuhkan untuk menyimpan nilai sementara selama program berjalan dimana variabel tersebut dimanfaatkan selama terjadinya proses.

Apa Itu Variabel dan Tipe Data

Setiap program yang berjalan pada komputer akan menyimpan variabel – variabel sementara di dalam RAM (Random Access Memory) merujuk pada alamat memory yang direpresentasikan dalam Hexadecimal.

Ketika kita membuat sebuah variabel, satu ‘slot’ memory akan disiapkan untuk menampung nilai / data. Dimana variabel dalam alamat memory memiliki identitas berbeda dari variabel satu dengan variabel lainnya. Secara umum, variabel hanya berbentuk nama / identitas didalam alamat memori yang berfungsi menyimpan nilai / data.



Setiap nilai / data mempunyai jenis data masing-masing yang sudah dideklarasikan sejak awal pembuatan variabel tersebut.

Jadi bisa disimpulkan,

Variabel adalah sebuah nama / identitas pada lokasi penyimpanan memori.

Tipedata adalah jenis data dari nilai yang disimpan pada variabel.

Macam – macam tipe data bisa dilihat pada tabel dibawah ini

Nama Tipe DataUkuran dalam MemoriRentang Nilai
char1byte-127 sampai 127 atau 0 sampai 255
unsigned char1byte0 sampai 255
signed char1byte-127 sampai 127
int4bytes-2147483648 sampai 2147483647
unsigned int4bytes0 sampai 4294967295
signed int4bytes-2147483648 sampai 2147483647
short int2bytes-32768 sampai 32767
unsigned short intRange0 sampai 65,535
signed short intRange-32768 sampai 32767
long int4bytes-2,147,483,648 sampai 2,147,483,647
signed long int4bytessame as long int
unsigned long int4bytes0 sampai 4,294,967,295
float4bytes+/- 3.4e +/- 38 (~7 digits)
double8bytes+/- 1.7e +/- 308 (~15 digits)
long double8bytes+/- 1.7e +/- 308 (~15 digits)
wchar_t2 or 4 bytes1 wide character
boolean4bytestrue atau false


Membuat Variabel

Pembuatan variabel terdiri dari deklarasi dan inisialisasi,

Deklarasi biasa disebut pembuatan variabel dalam kode program, sedangkan inisialisasi adalah pemberian nilai / data pada variabel yang telah dibuat.

Pembuatan variabel / deklarasi bisa diikut inisialisasi atau langsung diberi nilai, bisa juga tidak diberi nilai.

Berikut contoh pembuatan deklarasi :

string nama;
int nilai;
char pilih;

tipe data ditulis sebelum nama variabel.

contoh pembuatan variabel diatas belum terisi nilai atau inisialisasi. Kita juga bisa membuat variabel dengan langsung memberi nilai atau inisialisasi.

string barang = "Laptop";
char grade = 'A';
int jarak = 10;

pemberian tipe data pada sebuah variabel ditentukan berdasar nilai yang diberikan atau akan diberikan pada input. Pada contoh diatas tipe data string diberi nilai “Laptop”. Ciri pengisian nilai pada tipe data string adalah dengan nilai diapit dua kutip “ ”, untuk char satu kutip ‘ ’ dan int tanpa kutip.

Contoh Program Variabel dan Tipe Data

Buatlah file baru dengan nama biodata.cpp, dan isi dengan kode berikut :

#include <iostream>
using namespace std;
int main (){
    // Deklarasi variabel dan tipe data
    string nama;
    int usia;
    char jenisKelamin;

    // Proses input nilai ke variabel dengan CIN
    cout << "Masukan nama : ";
    // Input nilai variabel
    getline(cin, nama);

    cout << "Berapa Usia anda : ";
    // Input nilai variabel
    cin >> usia;

    cout << "Jenis Kelamin [L / P] : ";
    // Input nilai variabel
    cin >> jenisKelamin;

    // Proses output
    cout << "Nama : " << nama << endl;
    cout << "Usia : " << usia << endl;
    cout << "Jenis Kelamin : " << jenisKelamin << endl;

    return 0;
}

setelah itu compile dan run program tersebut



Penjelasan syntax :

// Deklarasi variabel dan tipe data
    string nama;
    int usia;
    char jenisKelamin;

pada bagian ini adalah pembuatan variabel / deklarasi variabel dengan penentuan tipe datanya tanpa diberi nilai

String nama berarti variabel dengan diberi nama “nama” serta tipe data string untuk menyimpan nilai berbentuk text.

Int usia berarti variabel dengan diberi nama “usia” serta tipe data integer untuk menyimpan nilai berbentuk bilangan bulat.

Char jenisKelamin berarti variabel dengan diberi nama “jenisKelamin” serta tipe data char untuk menyimpan nilai  berbentuk karakter.

// Proses input nilai ke variabel dengan CIN
    cout << "Masukan nama : ";
    // Input nilai variabel
    getline(cin, nama);

    cout << "Berapa Usia anda : ";
    // Input nilai variabel
    cin >> usia;

    cout << "Jenis Kelamin [L / P] : ";
    // Input nilai variabel
    cin >> jenisKelamin;

pada bagian ini adalah proses pemberian nilai atau input menggunakan fungsi CIN dan GETLINE ( Input tipe data string ) dimana nilai-nilai ini akan diberikan pada saat program dijalankan. Fungsi variabel-variabel diatas adalah untuk menyimpan nilai yang akan diinput nanti.

// Proses output
    cout << "Nama : " << nama << endl;
    cout << "Usia : " << usia << endl;
    cout << "Jenis Kelamin : " << jenisKelamin << endl

pada bagian ini berguna untuk menampilkan hasil input yang diberikan ke dalam variabel lalu ditampilkan menggunakan fungsi cout.

Demikian pembahasan kita mengenai variabel dan tipe data, semoga bermanfaat dan terus berlatih. Sampai bertemu di artikel selanjutnya.

input dan output c++

C++ #3 : Input dan Output pada C++



Halo teman Rumah Coding, Pada postingan kali ini kita akan membahas tentang fungsi Input dan Output pada C++, dimana fungsi ini berguna untuk memberikan informasi yang akan ditampilkan pada console / terminal serta memberi masukan nilai / data pada variabel program menggunakan keyboard saat aplikasi dijalankan.


Iostream


Pada baris awal setiap kita menuliskan syntax C++ kita memasukan library <iostream> dibaris pertama dengan syntax “#include <iostream>“. library iostream mempunyai fungsi salah satunya input dan output yang nanti kita akan bahas bersama, untuk fungsi input kita akan menggunakan cin (baca : C – In) untuk output, kita akan menggunakan cout (Baca : C – Out).

Output COUT


Output yang dimaksud adalah informasi yang dihasilkan / ditampilkan saat program dijalankan. Output biasanya ditampilkan ke layar komputer. Fungsi cout merupakan salah satu fungsi standar c++ dari library iostream untuk menampilkan output ke layar.

Adapun struktur dasar penulisan syntax fungsi cout:

Struktur Dasar COUT

Penjelasan :

  • Std::cout : keyword awal untuk menggunakan fungsi COUT
  • << : Awalan sebelum memberi tampilan menggunakan COUT
  • “Hello Codder !” : informasi yang akan tampil di layar.


Agar pemahamannya lebih jelas, kita akan membuat sebuah program sederhana untuk menggunakan fungsi cout. Buat file baru dengan nama cout.cpp.

Code:

#include <iostream>

int main (){
    // Deklarasi dan isi nilai variabel "usia"
    int usia = 15;

    /* menampilkan tulisan biodata, 
    std::endl berfungsi untuk membuat baris baru*/
    std::cout << "-- BIODATA --" << std::endl;


    // menampilkan tulisan didalam tanda kutip <em>" "</em> dan nilai variabel "usia"
    std::cout << "Usia anda adalah : " << usia << " tahun" << std::endl;
    std::cout << "Terimakasih" << std::endl;

    return 0;
}

Untuk menampilkan tulisan dalam tanda kutip “ ” maupun nilai dari sebuah variable, harus diawali dengan symbol ‘ << ’.

pada kode diatas terdapat std::endl, ini berfungsi untuk membuat baris baru pada tampilan program layar komputer.

Apabila syntax diatas kita compile dan run akan tampil seperti ini


Input CIN

Secara umum, input yang dimaksud adalah semua nilai / data yang dimasukan ke dalam program saat berjalan. Biasanya input ini diambil dari keyboard. Fungsi cin membutuhkan variabel untuk menyimpan data yang diinputkan. Kita akan bahas variabel di artikel lainnya.

Untuk lebih jelasnya mari kita coba fungsi CIN. Buatlah program baru dengan nama input.cpp lalu copy code dibawah ini :

#include <iostream>

int main() {
    // deklarasi variabel untuk menyimpan data input CIN
    std::string nama;

    // memberi informasi user saat program dijalankan dengan COUT
    std::cout << "Masukan namamu disini : ";

    /* fungsi input data menggunakan CIN dengan 
    mengarahkan penyimpanan data ke variabel 'nama'*/
    std::cin >> nama;

    // menampilkan hasil input menggunakan COUT
    std::cout << "Selamat datang " << nama << std::endl;

    return 0;
}


lalu compile and run program tersebut  maka akan tampil seperti ini



Akan ada permintaan input saat pertama kita jalankan program tersebut, dan hasil input akan disimpan di dalam variable nama dan akan di tampilkan setelah dilakukan input.




Perhatikan syntax program diatas, dimana dalam penulisan fungsi cin terdapat symbol >> ’, ini digunakan pada setiap penggunaan fungsi cin sebelum menuliskan variable yang dituju untuk menyimpan nilai input dari program berjalan.

Demikian pembahasan kita kali ini semoga bermanfaat dan terus kembangkan syntax yang sudah disimpan. Sampai bertemu di artikel selanjutnya.

compile dan run c++

C++ #2 : Compile & Run C++ Menggunakan VsCode



Halo teman Rumah Coding, pada artikel sebelumnya kita sudah membahas persiapan pada VsCode Untuk Compile Project / file .cpp, bagi yang belum membaca pembahasannya bisa dilihat disini . Sekarang saya akan membahas cara Compile dan Run aplikasi yang sudah kita buat dengan C++ untuk melihat hasil jadi aplikasi yang sudah kita buat dengan menggunakan Cli / Terminal.

Ekstensi VsCode yang dibutuhkan untuk melakukan Compile dan Run file C++ adalah “C/C++ Compile Run”, kalian bisa instal melalui tab Ekstensi pada VsCode.


C / C++ Compile Run Extension



Jika sudah terinstall kita akan mencoba membuat satu program C++ sederhana untuk menampilkan tulisan sekaligus compile dan run aplikasi tersebut. Buat file baru dengan nama coba.cpp pada project yang sudah kita buat di artikel C++ sebelumnya, jika kalian belum membuat persiapan silahkan baca artikel sebelumnya. Tuliskan kode dibawah ini :

#include <iostream>

int main (){
    std::cout << "Selamat datang Di Rumah Coding";

    return 0;
}


  • Run Aplikasi Menggunakan Integrated Terminal VsCode

Setelah itu jangan lupa simpan perubahan dan kita compile file tersebut dengan cara tekan f6 pada posisi file terbuka pada tab file .cpp yang ingin kita compile, maka akan ada file baru dengan nama coba.exe dan program berjalan pada terminal integrated VsCode.


  • Run Aplikasi Menggunakan External Terminal

Untuk melihat atau running aplikasi .exe pada terminal external, kita bisa setting extensi C/C++ Compile Run dengan cara klik manage pilih Settings



Pada tab setting dan kolom search cari “terminal” lalu pilih “Compile Run Configuration” lalu ceklist “external terminal”.


Sekarang compile dan run file .cpp kita sekali lagi dengan tekan f6



Apabila kalian mengikuti langkahnya dengan benar, akan terbuka terminal baru yang menampilkan hasil running program compile .cpp.

Apabila melakukan perubahan script atau syntax yang mempengaruhi tampilan maupun logic dari aplikasi, kalian harus melakukan compile dan run ulang Kembali dengan tekan f6 maka akan tampil perubahan dari aplikasi tersebut.

Baiklah demikian pembahasan kita kali ini semoga bermanfaaat, sampai bertemu di artikel selanjutnya

C++ #1 : Mengatur Visual Studio Code agar bisa compile C++

C++ #1 : Mengatur Visual Studio Code agar bisa compile C++

Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan cara setting Visual Studio Code untuk membuat program dengan Bahasa C++. Oke langsung saja persiapkan tools atau pendukung dibawah ini :

  1. Ekstensi VsCode C++
  2. Ekstensi VsCode C++ Extension Pack
  3. Compiler MinGw

Install Ekstensi Visual Studio Code

Pada visual studio code, kita install Ekstensi C++ dan C++ Extension Pack agar Visual Studio Code mendukung bahasa pemrograman C++, Langkahnya :

  1. Pada bagian kiri VsCode pilih tab Extensions
  2. Pada kolom search masukan “C++”
  3. Pilih extensi yang dicari
extension vscode

C/C++ IntelliSense

extension vscode

C/C++ Extension Pack

Install Compiler MinGw dan Setting Environment

Download terlebih dahulu Installer MinGw. Kemudian extract file tersebut dan arahkan pada drive Windows kalian. Contoh C:\


Jika sudah, sekarang kita setting untuk environment variable system PATH nya, pada pencarian windows ketik “Environtment” akan tampil pilihan seperti dibawah ini

Buka System environment

Lalu Klik Environment Variables

Pilih Variable System PATH lalu klik Edit

Pada halaman edit environment kita akan menambahkan C:\MinGw\Bin dengan cara klik New lalu klik browse lalu arahkan ke folder extract MinGw/Bin


Jika proses langkahnya benar, variable system akan bertambah seperti gambar dibawah


Fungsi dari setting environment diatas adalah untuk menambahkan Variabel System yang akan terbaca oleh system secara global untuk keperluan Compiler C++ memanfaatkan Cli (Command Line ). Untuk memastikan bahwa Compiler sudah terbaca secara global, kita bisa menggunakan Cli / Terminal dengan cara ketikan “g++ –version” pada terminal. Akan tampil seperti dibawah ini apabila set up environment benar


Seting VsCode Untuk Pemrograman C++

Sekarang kita siapkan folder project menggunakan VsCode dengan cara klik File->Folder (arahkan ke folder project C++ )


Sebelum kita mulai membuat file C++ kita buat file konfigurasi dengan cara ketik Ctrl + Shift + p, pada kolom pencarian ketik “C++:Edit Configurations (JSON)”. Maka akan ada folder dan file konfigurasi baru secara otomatis.


Ubah dan sesuaikan property dibawah ini :

“compilerPath”: “C:\\MinGW\\bin\\g++.exe”,

“cStandard”:”c17″,

“cppStandard”:”c++17″,

Jangan lupa simpan perubahan tersebut.

Setting Compile File C++ aktif dan Membuat Program C++ Pertama

buat file baru dengan nama hello.cpp pada folder Project C++



Code :

#include <iostream>

int main (){
    std::cout << "Hello";

    return 0;
}


Sekarang kita buat file compile berdasarkan file C++ yang sedang aktif dengan cara Ctrl + Shift + P Ketik “Tasks: Configure Task” dan pilih “C/C++ : g++.exe Build Active File”. Maka akan ada file baru di dalam folder .vscode seperti dibawah


Persiapan awal sudah selesai sekarang kita buka file hello.cpp lalu kita akan compile file C++ / .cpp kita dengan cara Ctrl + Shift + b. Otomatis akan ada file baru dengan nama hello.exe di explorer kita.


Selamat…kita telah berhasil konfigurasi compile untuk Bahasa pemrograman C++ menggunakan IDE VsCode. Kedepannya folder yang sudah kita setting ini bisa kita gunakan untuk keperluan pembuatan project menggunakan Bahasa pemrograman C++.

File ekstensi .exe tersebut sudah bisa dijalankan di operasi system Windows. Adapun cara melihat hasil program yang sudah di compile tersebut akan kita bahas di postingan selanjutnya Demikian artikel kali ini, sampai bertemu di postingan selanjutnya

PHPEZ : Program Faktorial menggunakan PHP

PHPEZ : Program Faktorial menggunakan PHP

Halo teman – teman, pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai pembuatan program yang akan menghasilkan faktorial dari sebuah bilangan pada bahasa PHP.

Dalam matematikafaktorial dari bilangan asli n yaitu hasil perkalian selang bilangan bulat positif yang kurang dari atau sama dengan n. Faktorial ditulis sebagai n! dan dinamakan n faktorial.

Sebagai contoh, 4! yaitu mempunyai nilai 1×2×3×4 = 24.

Pada program PHP faktorial ini kita akan mengambil bilangan bulat dan menampilkan faktorial dari bilangan tersebut dan menghitung nilai nya menggunakan looping.

Program

<?php
$result = 1;
$n = (int)readline("Masukkan bilangan bulat : ");

if ($n <= 0){
    echo "Angka yang dimasukkan bukan bilangan bulat atau adalah angka 0";
} else {
    for ($i = 1; $i <= $n; $i++) {
         $result *= $i;
    }
    echo "Angka faktorial ". $n . " adalah " . $result;
}
?>

Output nya adalah

Masukkan bilangan bulat : 4
Angka faktorial 4 adalah 24

Penjelasan

  • Buat variabel penampung hasil faktorial nya. Selanjutnya, buat variabel penampung hasil input user dari console. Jangan lupa untuk mengubah tipe data dari masukan user menjadi integer.
$result = 1;
$n = (int)readline("Masukkan bilangan bulat : ");
  • Kita cek terlebih dahulu apakan nilai yang dimasukkan oleh user lebih dari 0. Jika nilai n kurang dari 0 maka akan di keluarkan output gagal.
if ($n <= 0){
   echo "Angka yang dimasukkan bukan bilangan bulat atau adalah angka 0";
} else {
   // Program           
}
  • Selanjutnya, di bagian blok else kita buat loopingnya terlebih dahulu.
for ($i = 1; $i <= $n; $i++) {
    // operasi
}

blok looping tersebut akan dijalankan ketika nilai i masih kurang atau sama dengan dari nilai yang diinputkan oleh user.

Di dalam blok looping nya kita panggil variabel faktorial yang nilai nya akan dikalikan dengan variable i

for ($i = 1; $i <= $n; $i++) {
    $result *= $i;
}

Sehingga hasilnya akan menjadi seperti ini.

n = 4
faktorial = 1 * 1 = 1
faktorial = 1 * 2 = 2
faktorial = 2 * 3 = 6
faktorial = 6 * 4 = 24

  • Jangan lupa untuk mengeluarkan outputnya.
echo "Angka faktorial ". $n . " adalah " . $result;

Oke teman teman, sekian dulu artikel kali ini. Sampai jumpa di artikel berikutnya.

Pythonic : Program Faktorial menggunakan Python

Pythonic : Program Faktorial menggunakan Python

Halo teman – teman, pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai pembuatan program yang akan menghasilkan faktorial dari sebuah bilangan pada bahasa Pyhton.

Dalam matematikafaktorial dari bilangan asli n yaitu hasil perkalian selang bilangan bulat positif yang kurang dari atau sama dengan n. Faktorial ditulis sebagai n! dan dinamakan n faktorial.

Sebagai contoh, 4! yaitu mempunyai nilai 1×2×3×4 = 24.

Pada program Python faktorial ini kita akan mengambil bilangan bulat dan menampilkan faktorial dari bilangan tersebut dan menghitung nilai nya menggunakan looping.

Program

result = 1
print("Masukkan bilangan bulat : ")
n = int(input())

if n <= 0:
    print("Angka yang dimasukkan bukan bilangan bulat atau adalah angka 0")
else:
    for i in range(1, n + 1):
        result *= i
    
    secondVerse = str(n) + " adalah " + str(result)
    print("Angka faktorial ", secondVerse)

Output nya adalah

Masukkan bilangan bulat : 
4
Angka faktorial  4 adalah 24

Penjelasan

  • Buat variabel penampung hasil faktorial nya. Selanjutnya, buat variabel penampung hasil input user dari console. Jangan lupa untuk mengubah tipe data dari masukan user menjadi integer.
result = 1
print("Masukkan bilangan bulat : ")
n = int(input())
  • Kita cek terlebih dahulu apakan nilai yang dimasukkan oleh user lebih dari 0. Jika nilai n kurang dari 0 maka akan di keluarkan output gagal.
if n <= 0:
   print("Angka yang dimasukkan bukan bilangan bulat atau adalah angka 0")
else:
   # Program           
  • Selanjutnya, di bagian blok else kita buat loopingnya terlebih dahulu.
for i in range(1, n + 1):
   # operasi

blok looping tersebut akan dijalankan ketika nilai i masih kurang atau sama dengan dari nilai yang diinputkan oleh user.

Di dalam blok looping nya kita panggil variabel faktorial yang nilai nya akan dikalikan dengan variable i

for i in range(1, n + 1):
    result *= i

Sehingga hasilnya akan menjadi seperti ini.

n = 4
faktorial = 1 * 1 = 1
faktorial = 1 * 2 = 2
faktorial = 2 * 3 = 6
faktorial = 6 * 4 = 24

  • Jangan lupa untuk mengeluarkan outputnya. Jangan lupa untuk variabel angka nya diubah terlebih dahulu menjadi string dengan memakai str().
secondVerse = str(n) + " adalah " + str(result)
print("Angka faktorial ", secondVerse)

Oke teman teman, sekian dulu artikel kali ini. Sampai jumpa di artikel berikutnya.