10 Kesalahan Yang Paling Banyak dilakukan oleh Programmer Pemula (Bagian 2)

10 Kesalahan Yang Paling Banyak dilakukan oleh Programmer Pemula (Bagian 2)

Artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya. Jika Anda belum membaca artikel sebelumnya, Anda bisa membacanya 10 Kesalahan Yang Paling Banyak dilakukan oleh Programmer Pemula (Bagian 1).

6. Menggunakan object stream tanpa melakukan cek apakah gagal atau berhasil

Ketika membuat sebuah program atau aplikasi, terkadang Anda berhubungan dengan file eksternal. Untuk bisa membaca, mengedit atau menghapus file eksternal, Anda harus membuka dulu file tersebut dengan cara membuat koneksi. Koneksi terhadap file eksternal disebut dengan object stream.

Melakukan koneksi dengan file eksternal termasuk proses yang rawan sekali dengan bug. Oleh karena itu Anda harus membuat kode program yang dapat mengatasi masalah tersebut. Di antaranya dengan melakukan langkah-langkah pengecekan terlebih dahulu.

int value;

while(!input.eof())
{
    input >> value;
    processValue(value)
}

Potongan program di atas adalah untuk membaca seluruh isi file kemudian melakukan proses tertentu. Program akan membaca seluruh isi file sampe akhir file. Akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah, variabel yang digunakan untuk menyimpan isi file bertipe integer. Jika di dalam file tersebut terdapat data selain integer, misalkan string, maka akan menyebabkan error. Karena tipe data integer hanya bisa digunakan untuk menyimpan data integer saja.

Untuk memperbaiki kode program di atas, maka Anda harus bisa memastikan bahwa data yang dibaca bertipe integer. Tentu saja ini sulit, karena file eksternal bisa datang dari berbagai macam sumber, dan kemungkinan adanya data selain integer sangat besar. Oleh karena yang bisa Anda lakukan adalah melakukan pengecekan terhadap tipe data yang dibaca sebelum menyimpan data tersebut. Perhatikan potongan program berikut:

int value;

while(!input.eof())
{
    input >> value;

    if (input.fail())
    {
        break;
    }
    processValue(value)
}

7. Penggunaan Exception yang tidak tepat.

Exception merupakan sebuah tool yang sangat berguna. Dengan Exception, Anda bisa menangkap error yang tidak diinginkan sehingga program tetap berjalan normal tanpa ada interupsi. Akan tetapi terkadang, beberapa programmer menggunakan Exception dengan tidak tepat, terutama programmer pemula. Perhatikan potongan kode program berikut:

// delete the file
try
{
    deleteFile(filename);
}
// ignore the error if the file is not present
catch(...)
{
}

Potongan program di atas adalah untuk mendelete sebuah file, jika terjadi kegagalan maka akan masuk ke dalam blok catch. Secara umum kode program di atas sudah benar, akan tetapi kesalahannya adalah pada penggunaaan Exception. Kode program di atas akan menangkap semua jenis Exception. Semestinya, penggunaan Exception bisa di breakdown sesuai kebutuhan. Perhatikan contoh berikut:

// delete the file
try
{
    deleteFile(filename);
}
// ignore the error if the file is not present
catch(FileNotFoundException& e)
{
}

Pada contoh di atas, kita hanya melakukan catch pada FileNotFoundException. Tentu ini hanya contoh sederhana, Anda bisa menambah dengan Exception yang lain yang sesuai. Dengan melakukan breakdown pada catch, pesan yang bisa ditampilkan oleh user akan lebih sesuai sehingga user dapat memahami apa kondisi error yang terjadi.

8. Tidak membuat program log yang baik

Program log dapat diibaratkan sebagai kotak hitam yang ada di pesawat. Tugasnya adalah merekam seluruh aktifitas pada aplikasi yang sedang berjalan. Jika terjadi kesalahan pada sebuah aplikasi Anda bisa langsung mendeteksi kesalahan tersebut dengan melihat pada program log.

Sebuah program yang baik seharusnya dapat merekam secara detail setiap aktifitas dari aplikasi, terutama aplikasi yang berjalan di background. Dengan adanya program log yang lengkap dan detail, maka akan memudahkan programmer dalam mencari penyebab kesalahan yang terjadi jika suatu waktu terjadi kesalahan pada aplikasi. Programmer pemula biasanya tidak membuat program log dengan baik, sehingga sewaktu-waktu aplikasi yang dibuat crash, maka tidak ada cara untuk mencari kesalahan dari program.

9. Tidak menggunakan debugger.

Debugger merupakan teman bagi programmer. Untuk mengecek nilai sebuah variabel pada saat runtime Anda bisa menggunakan debugger. Dengan debugger, pekerjaan mencari bug atau error menjadi lebih mudah. Programmer pemula biasanya jarang sekali menggunakan debugger, atau bisa jadi tidak tau apa kegunaan dari debugger.

10. Tidak melakukan backup pekerjaan secara reguler

Apapun bisa saja terjadi dengan laptop atau komputer Anda. Jadi pastikan Anda selalu melakukan backup pekerjaan secara rutin. Masalah yang sering adalah hard disk crash atau bahkan laptop hilang. Jika sudah begitu maka Anda harus mengulang pekerjaan Anda yang mungkin sudah ribuan baris kode.

Bayangkan betapa susahnya jika harus mengulang semua pekerjaan Anda. maka sebelum itu terjadi, sebaiknya Anda secara rutin melakukan backup. Lakukanlah backup di cloud, atau bisa juga menggunakan repository git seperti bitbucket atau gitlab.

10 Kesalahan Yang Paling Banyak dilakukan oleh Programmer Pemula (Bagian 1)

10 Kesalahan Yang Paling Banyak dilakukan oleh Programmer Pemula (Bagian 1)

Belajar coding memang menyenangkan. Bagi pemula, bisa membuat program Hello World pertama merupakan momen yang sangat membahagiakan. Akan tetapi, sebagai programmer, khususnya pemula, mungkin sering menemui berbagai masalah saat coding, baik itu sintaks error, bug atau masalah dan kendala yang lain. Jika sudah begini, kadang bikin gak enak makan dan susah tidur selama berhari-hari sampe bug-nya kelar :-).

Walaupun banyak hal yang bisa menyebabkan bug atau error, akan tetapi beberapa kesalahan yang dilakukan programmer juga ikut andil dalam menyebabkan bug tersebut. Jika Anda bisa meminimalisir kesalahan, maka akan meminimalisir bug dan masalah yang muncul. Maka penting sekali untuk mengenali apa saja kesalahan yang sering dilakukan oleh programmer khususnya para pemula. Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan tersebut, skill programming Anda akan semakin baik dan juga waktu Anda akan semakin produktif.

Berikut beberapa kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh programmer pemula.

1. Tidak memiliki gaya penulisan yang konsisten

Coding itu sebenarnya adalah menuangkan isi pikiran ke dalam tulisan atau bahasan yang dimengerti oleh komputer. Tulisan tersebut merupakan instruksi kepada komputer untuk melakukan sebuah pekerjaan. Pada dasarnya, menulis kode itu bebas-bebas saja. Artinya seorang programmer itu bebas mau menulis kode dengan gaya apa saja.

Umumnya kode program yang ditulis oleh programmer pemula biasanya berantakan dan sulit dibaca. Kode program yang tidak tertata dengan baik akan berpotensi besar menghasilkan bug yang sulit diperbaiki.

Berikut beberapa contoh

a. Penggunaan indentation (tab) yang tidak konsisten.

Biasanya programmer pemula jarang sekali memperhatikan masalah ini. Padahal penggunakan indentation (tab) yang baik dalam coding itu sangat dibutuhkan. Penggunaan indentation itu harus konsisten, yaitu 4 spasi. Dan setiap blok kode harus diberikan indentation untuk membedakan antara kode di dalam blok dan di luar blok.

Berikut adalah contoh penggunaan indentation yang tidak konsisten:

for(int i = 0; i < 10; i++) {
val = data[i] * 10;
  sum += val;
}

Berikut adalah versi perbaikan dari kode di atas dengan penggunaan indentation yang lebih konsisten (4 spasi)

for(int i = 0; i < 10; i++) {
    val = data[i] * 10;
    sum += val;
}

b. Tidak konsisten terhadap baris baru

Kesalahan ini juga sering terjadi. Terkadang antara satu baris kode dan baris kode yang lain terdapat lebih dari satu baris baru. Terlalu banyak baris baru membuat kode menjadi tidak rapih dan berpotensi menghasilkan bug yang sulit diperbaiki. Perhatikan contoh kode berikut:

int val = 0;

int sum = 0;



for(int i = 0; i < 10; i++) {
    val = data[i] * 10;

    sum += val;
}

Contoh di atas adalah penggunaan baris baru yang salah, karena banyak baris baru yang tidak dibutuhkan, sehingga manjadikan kode terlihat jelek dan aneh.

Antara baris kode dengan baris kode yang lain seharusnya cukup dipisahkan dengan 1 baris baru. Untuk blok kode bs dipisahkan dengan 2 baris baru. Berikut adalah perbaikan dari kode di atas:

int val = 0;
int sum = 0;

for(int i = 0; i < 10; i++) {
    val = data[i] * 10;
    sum += val;
}

c. Tidak memperhatikan aturan penamaan variabel atau object.

Pemberian nama variabel atau object sebenernya bebas-bebas saja sesuai keinginan programmer. Akan tetapi alangkah lebih baik jika Anda memiliki standar penulisan nama variable atau object sehingga tidak membingungkan. Misalkan nama variabel harus mengikuti standar CamelCase, nama variabel harus diawali dengan huruf kecil, nama variabel tidak boleh mengandung angka dan lain-lain.

d. Pemberian nama variabel atau object yang tidak sesuai dengan maksudnya.

Pemberian nama variabel, fungsi, object atau lainnya seharusnya sesuai dengan maksud dari variabel tersebut. Misal Anda membutuhkan variabel untuk menampung nilai total dari data. Maka berilah nama variabel yang baik yaitu total, agar orang lain yang membaca kode Anda mudah memahami maksudnya. Begitu juga ketika Anda membaca kode Anda kembali, 1 atau 2 bulan berikutnya. Dari namanya, Anda sudah dapat memahami maksud dari variabel tersebut.

Berbeda jika Anda memberinya nama misal tl atau t. Pemberian nama seperti ini menyulitkan dan Anda atau orang lain harus menghabiskan waktu ekstra untuk memahami maksud dari variabel tersebut jika ingin maintenance kode tersebut kedepannya.

e. Jarang memberikan komentar pada kode

Ini merupakan kesalahan yang paling sering terjadi. Beberapa programmer pemula agak malas memberikan komentar pada kode yang mereka buat. Mereka lebih fokus pada kode itu sendiri ketimbang memberikan komentar. Konsisten memberikan komentar pada kode merupakan langkah yang baik agar kode lebih mudah dimengerti maksudnya. Hal ini penting karena akan memudahkan orang lain memahami kode yang Anda buat. Begitu juga jika suatu saat Anda perlu menelaah kembali kode tersebut. Anda tidak perlu pusing lagi menelusuri maksud dari kode tersebut yang tentu saja akan banyak membuang waktu. Cukup dengan memberikan komentar singkat, maka akan siapa pun bisa paham maksud dari kode tersebut.

2. Menulis fungsi yang terlalu besar

Fungsi memiliki peranan yang sangat vital dalam coding. Dengan memecah kode ke dalam fungsi-fungsi maka kode akan terlihat lebih tertata rapih. Akan tetapi dalam penulisan fungsi terkadang beberapa programmer banyak melakukan kesalahan, khususnya programmer pemula. Mereka menuliskan terlalu banyak baris dalam satu fungsi hingga melebihi batas yang seharusnya. Hal ini menyebabkan fungsi tersebut menjadi besar sekali dan menjadikannya sulit dipahami.

Berikut adalah beberapa acuan yang bisa Anda jadikan standar penulisan sebuah fungsi:

  • Sebuah fungsi seharusnya tidak boleh lebih dari 50 baris
    Meskipun ini bukan acuan baku, akan tetapi usahakan agar fungsi yang Anda buat tidak lebih dari 50 baris.
  • Fungsi tersebut dapat dijelaskan dalam satu kalimat singkat tanpa ada kata DAN atau ATAU
    Fungsi yang Anda buat harus bisa dideskripsikan dengan satu kalimat singkat tanpa ada kata DAN atau ATAU. Maksudnya adalah bawah sebuah fungsi seharusnya fokus untuk mengerjakan satu pekerjaan. Jika fungsi yang Anda buat adalah untuk mengerjakan lebih dari satu pekerjaan, maka perlu dipecah menjadi beberapa fungsi Perhatikan deskripsi fungsi berikut.

    Fungsi untuk menghitung dan menampilkan data nilai

    Fungsi di atas terdiri dari dua pekerjaan, yaitu menghitung dan menampilkan. Maka Anda bisa memecah fungsi tersebut menjadi dua buah fungsi yaitu fungsi menghitung dan fungsi menampilkan.
  • Secara total tidak boleh mengandung lebih dari 8 statemen blok if, switch, loop dan blok kode lainnya
    Jika jumlah total semua blok kode lebih dari 8 blok kode, maka sebaiknya Anda memecah fungsi tersebut ke dalam beberapa fungsi yang lebih spesifik. Blok kode yang dimaksud adalah blok if, blok switch, blok for loop dan lainnya.

Jika fungsi yang Anda buat melanggar salah satu dari tiga ketentuan di atas, maka sebaiknya Anda memecah fungsi tersebut menjadi beberapa sub fungsi. Perhatikan contoh berikut:

Buat fungsi yang tugasnya mengambil input nama file yang diinput oleh user kemudian buka file tersebut dan baca semua data student pada file tersebut kemudian hitung rata-rata siswa dan tampilkan hasilnya.

Dari penjelasan di atas, jika Anda membuatnya kedalam satu fungsi maka fungsi yang Anda buat akan panjang jumlah barisnya. Sebuah fungsi yang baik seharusnya fokus untuk mengerjakan satu task saja. Jadi dari penjelasan di atas, Anda bisa memecah fungsi tersebut menjadi beberapa sub fungsi berikut:

  • getFile(): Fungsi untuk membaca file input
  • getStudents(): Fungsi untuk membaca data siswa
  • avarageScore(): Fungsi untuk mencari nilai rata-rata
  • displayAvarageScore(): Fungsi untuk menampilkan nilai hasil rata-rata.

3. Menulis kode tanpa perencanaan

Jika diberikan sebuah masalah, biasanya programmer pemula akan langsung coding tanpa melakukan perencanaan mengenai kode yang akan dibuat. Kode yang dibuat tanpa perencenaan biasanya tidak terstruktur dengan baik atau dengan kata lain asal running aja. Berikut adalah langkah-langkah merencanakan coding yang baik.

  • Identifikasi Masalah dan Kebutuhan
    Pada langkah ini, Anda harus bisa mengidentifikasikan masalah dengan baik. Apa saja scope dari masalah yang ingin diselesaikan. Apa saja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
  • Desain Program
    Setelah masalah diidentifikasi dengan jelas dan semua hal yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah telah siap, maka Anda bisa mulai mendesain program solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ingat sampai tahap ini, Anda belum mulai melakukan coding, hanya mendesain solusi yang akan Anda buat yang nantinya akan akan buat dalam bentuk program (coding).
  • Desain Tatap Muka
    Jika program yang Anda buat membutuhkan sebuah tatap muka (user interface), Anda bisa melakukan desain tatap muka. Pada tahap ini, Anda bisa mulai mendesain bagaimana tampilan utamanya, navigasi, tampilan menu dan yang lainnya.
  • Desain Test
    Testing dilakukan untuk menjami bahwa program yang Anda buat sudah menyelesaikan masalah. Dengan adanya test, maka bug akan bisa diminimalisir.

4. Terlalu sering menggunakan variabel global

Variabel global merupakan variabel yang dideklarasikan dalam skop global. Sebuah variabel yang dideklarasikan dalam skop global dapat diakses dari semua skop, baik dari dalam fungsi, class atau dari luar.

Sebaliknya, variabel lokal merupakan variabel yang dideklarasikan dalam skop lokal, misal dalam sebuah fungsi, class atau skop lokal yang lain. Variabel lokal hanya dapat diakses dari tempat dimana variabel tersebut dideklarasikan. Jika variabel tersebut dideklarasikan dalam sebuah fungsi, maka variabel tersebut hanya dapat diakses dari dalam fungsi tersebut. Jika variabel lokal diakses dari luar skop, maka akan menyebabkan error

Programmer pemula biasanya lebih senang membuat semua variabel dalam skop global. Alasannya tentu saja untuk mempermudah karena lebih simpel. Pemahaman seperti ini tentu saja salah karena akan menimbulkan beberapa masalah, di antaranya:

  • Variabel global mungkin tidak terinisialisasi
  • Salah melakukan inisialisasi variabel global
  • Nilai variabel global direset/dirubah di fungsi yang lain

Masalah-masalah di atas biasa disebut dengan runtime problem. Artinya masalah hanya muncul saat runtime bukan saat program tersebut dicompile. Runtime problem biasanya lebih sulit dicari penyebab masalahnya ketimbang masalah yang muncul saat compile.

5. Tidak melakukan validasi terhadap input user

Gagal melakukan validasi terhadap input dari user merupakan faktor yang seringkali menyebabkan program error. Sebaiknya setiap input dari user itu selalu divalidasi karena user belum tentu melakukan input seperti yang Anda harapkan. User seringkali mekakukan input asal-asalan, jika program Anda tidak melakukan validasi dengan baik, sudah bisa dipastikan akan terjadi error.

Beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai validasi input user adalah sebagai berikut:

  • Memastikan tipe data yang diinput oleh user sesuai dengan tipe data variabel yang digunakan untuk menyimpan nilai input tersebut.
  • Jika input berupa bilangan, pastikan nilai input tidak melebihi batas maksimal tipe data yang Anda gunakan untuk menyimpan nilai tersebut (overflow).

Berlanjut …

7 Tip Ampuh Agar Cepat Menguasai Coding – Tip #3 Sangat dibutuhkan untuk Mendapat Kerja

7 Tip Ampuh Agar Cepat Menguasai Coding – Tip #3 Sangat dibutuhkan untuk Mendapat Kerja

Saat ini kebutuhan dunia industri terhadap tenaga programmer semakin meningkat, baik itu programmer web maupun mobile (android dan iOs). Efeknya semakin banyak pula orang yang tertarik untuk belajar bahasa pemrograman, baik itu mahasiswa, pekerja kantoran bahkan hingga ibu rumah tangga.

Akan tetapi belajar coding atau mempelajari bahasa pemrograman tertentu terkadang menjadi momok bagi sebagian orang terutama para pemula. Karena memang citra coding di mata mereka identik dengan sesuatu yang rumit dan sulit dipelajari. Walaupun pandangan tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi memang belajar coding membutuhkan waktu yang tidak sedikit, apalagi jika ingin menjadi seorang programmer yang mahir. Mereka yang ingin belajar coding harus menyisihkan banyak waktu untuk mempelajarinya. Tidak sedikit pula yang putus di tengah jalan dan tidak mau lagi melanjutkan belajarnya.

Lalu adakah tips agar belajar coding itu bisa lebih cepat dan menyenangkan. Yuk simak beberapa tip berikut, agar proses belajar coding menjadi lebih cepat dan mudah.

  1. Belajar sambil praktek

Coding merupakan skill yang berkaitan erat dengan praktek. Tanpa praktek, Anda tidak akan mendapatkan hasil pembelajaran yang optimal. Sama saja halnya dengan ketika anda mempelajari sebuah bahasa baru, katakanlah bahasa inggris, jika Anda tidak mempraktekkan apa yang sudah dipelajari, maka hasilnya tidak akan maksimal, tidak peduli berapa lama Anda mempelajarinya.

Setiap materi baru yang dipelajari harus disertai dengan praktek, agar pemahaman terhadap materi tersebut tertanam kuat. Misalkan hari ini Anda belajar sebuah materi baru yaitu for loop. Maka luangkan waktu untuk praktek latihan menggunakan for loop, sampe Anda lancar menggunakan for loop. Anda juga bisa mencoba berbagai macam variasi for loop. Anda juga bisa mencoba beberapa studi kasus yang berbeda-beda. Semakin banyak Anda praktek, maka akan semakin kuat pemahaman terhadap materi tersebut. Ingat coding itu bukan hanya sekedar teori. Di dunia kerja nanti, Anda akan lebih banyak praktek daripada hanya sekedar teori.

2. Beri perhatian lebih pada materi fundamental (dasar)

Dalam setiap pembelajaran, akan selalu ada istilah materi fundamental atau materi dasar. Materi ini merupakan materi yang wajib dipelajari karena materi tersebut akan banyak dipakai pada materi-materi selanjutnya. Begitu juga dengan coding, ada materi-materi fundamental yang wajib bagi setiap orang yang belajar coding untuk memahaminya dengan baik. Tanpa pemahaman yang baik terhadap materi dasar tersebut maka akan sulit untuk mempelajari materi selanjutnya.

Jangan tergesa-gesa dalam mempelajari materi dasar ini, pastikan Anda telah memahaminya dengan baik. Walaupun tergolong materi yang mudah dan membosankan, akan tetapi jangan pernah meremehkan materi tersebut disebabkan ingin cepat-cepat beralih ke materi yang lain. Yang perlu ditekankan bahwa materi dasar merupakan fondasi atau penunjang agar dapat memahami materi yang lebih sulit. Jadi pastikan Anda telah memahami materi-materi dasar tersebut sebelum lanjut pada materi selanjutnya.

Materi dasar (fundamental) dalam coding di antaranya adalah konsep variable, statement, for loop, kondisi if, array dan yang lain-nya.

3. Cobalah untuk coding di atas kertas

Coding pada dasarnya adalah memberi instruksi kepada komputer agar melakukan task (pekerjaan) tertentu. Instruksi tersebut diekspresikan dalam bentuk bahasa pemrograman. Dengan kata lain coding itu bisa diartikan sebagai seni merangkai kata untuk memberi perintah kepada komputer agar melakukan sebuah pekerjaan. Akan tetapi rangkaian kata-kata tersebut memilih aturan dan kaidah-kaidah tergantung bahasa pemrograman yang dipakai. Walaupun bahasa pemrograman memiliki aturan (sintaks) yang berbeda-beda, akan tetapi logika yang digunakan tetap sama. Oleh karena itu ada istilah pseudocode untuk menjelaskan alur logika dari sebuah program yang tidak terikat dengan bahasa pemrograman apapun.

Nah, disinilah perbedaan antara seorang programmer sejati dengan programmer abal-abal. Seorang programmer sejati mampu menuliskan kode program di atas kertas. Jika Anda ingin menjadi seorang programmer sejati, maka belajarlah untuk menuliskan kode program di atas kertas. Setelah itu menyalin-nya ke dalam komputer dan lihat apakah ada error (kesalahan program) atau tidak. Latihan seperti ini akan mengasah insting Anda sebagai seorang programmer, sehingga mampu menulis kode program yang sulit sekalipun.

Bagi yang pertama kali mencoba menulis kode program di atas kertas mungkin akan mengalami kesulitan. Tetapi dengan banyak latihan, maka lama-kelamaan akan semakin mudah.

Kabar gembiranya adalah sebagian perusahaan juga menerapkan test penerimaan programmer dengan metode seperti ini. Jadi jika Anda terbiasa coding di atas kertas, maka kemungkinan Anda lulus test dan mendapatkan pekerjaan di perusahaan idaman akan semakin besar.

4. Bertanya pada ahlinya

Dalam setiap proses belajar tentu seringkali kita mengalami kesulitan dalam memahami satu atau dua materi. Terlebih lagi dalam belajar coding, pasti akan ada beberapa materi yang mungkin sulit untuk dipahami. Pada kondisi demikian, bertanya kepada programmer yang sudah senior dan berpengalaman merupakan solusi terbaik.

Anda bisa bertanya kepada teman, saudara atau kenalan yang sudah berpengalaman dalam dunia coding. Jika Anda melakukan pendekatan dengan baik, biasanya mereka dengan senang hati mau menjawab. Tetapi perlu diingat bahwa para programmer itu adalah orang-orang yang sibuk. Kl mereka mau menjawab pertanyaan Anda, maka Anda beruntung, jika tidak, maka coba bertanya kepada yang lain.

Jika tidak menemukan orang untuk ditanya, maka Anda bisa mencoba mengambil kursus atau semacamnya. Mengikuti kursus memang mengeluarkan biaya, akan tetapi kembali pada prinsip “You get what you pay”. Tidaklah rugi menginventasikan sedikit uang, tetapi banyak ilmu yang akan didapat sebagai tambahan bekal untuk pekerjaan Anda nanti. Dengan mengikuti kursus atau sejenisnya, Anda akan dibimbing oleh trainer yang berpengalaman. Anda juga bebas bertanya kesulitan yang Anda hadapi selama belajar coding. Anda bisa mengikuti kursus coding dimana saja yang dekat dengan lokasi Anda tinggal. Salah satu pilihan tempat kursus coding terbaik yang bisa Anda ikuti adalah Rumah Coding. Selain karena trainernya berpengalaman, Rumah Coding juga memiliki jadwal di beberapa kota di Indonesia.

Mencari solusi sendiri mungkin bisa dicoba, akan tetapi terkadang masalah tersebut tidak bisa kita selesaikan selama berhari-hari, bahkan hingga hitungan minggu. Maka dari itu bertanya kepada ahlinya merupakan solusi terbaik dan sangat menghemat waktu. Tetapi ingat, jangan setiap permasalahan selalu ditanyakan. Kebiasaan seperti ini menjadi kita sebagai programmer manja yang tidak mau menggunakan otaknya untuk berpikir. Selain itu juga akan mengganggu teman yang selalu kita tanya. Jadilah programmer yang kreatif, ada hal yang memang harus ditanyakan, tetapi ada pula hal yang memang harus diselesaikan sendiri.

5. Mencari referensi materi tambahan dari internet

Di internet Anda bisa menemukan banyak hal yang bermanfaat, termasuk referensi tambahan untuk belajar. Anda bisa mencari pada google, stackoverflow, youtube, forum tanya jawab, blog atau tempat yang lain. Stackoverflow merupakan salah forum tanya jawab yang paling populer terutama untuk permasalahan coding.

Ingat Anda tidak sendiri yang belajar coding. Jutaan orang di dunia juga mempelajari apa yang Anda pelajari saat ini. Kesulitan yang Anda alami pasti juga sudah pernah di alami oleh orang lain. Jadi setiap permasalah yang muncul kemungkinan besar sudah ada orang yang pernah menanyakan hal tersebut di stackoverflow, jadi Anda bisa langsung mencari dan mengikuti solusi yang tertera di stackoverflow.

Kemudian di youtube juga banyak sekali video tutorial yang membahas tentang coding. Anda bisa mengambil salah satu tutorial yang terbaik untuk dijadikan bahan materi tambahan.

Akan tetapi sebagian besar referensi tentang coding di Internet dibuat dalam bahasa inggris. Tutorial atau referensi tentang coding yang berbahasa Indonesia tergolong masih sedikit. Jadi untuk bisa mengambil manfaat dari referensi di Internet, Anda harus mengerti bahasa inggris, minimal pasif.

6. Mencoba setiap kode contoh, jangan hanya dibaca

Setiap tutorial atau materi baik dari internet ataupun dari sumber yang lain tentulah menyertakan sebuah kode contoh. Sebaiknya Anda mencoba mempraktekan setiap kode contoh yang Anda agar lebih mudah memahami maksud dari contoh tersebut. Saat Anda belajar, luangkanlah waktu sejenak untuk mengetik ulang kode tersebut kemudian menjalankannya. Dari hasil percobaan tersebut, Anda dapat menyimpulkan hasilnya.

Beberapa orang terkadang malas untuk mencoba kode-kode contoh tersebut. Mereka merasa puas hanya dengan membaca sekilas kode contoh tersebut dan memilih beralih ke materi berikutnya.

Dari kode-kode contoh tersebut banyak hal yang bisa dipelajari. Dengan mempelajari kode contoh, Anda bisa bereksplorasi lebih dalam, memodifikasi dengan variasi yang berbeda. Kesemua proses tersebut akan semakin meningkatkan skill Anda dalam coding.

7. Istirahat sejenak saat debugging

Jika Anda merasa stack pada sebuah masalah dalam coding, Anda bisa rehat sejenak untuk sekedar menjernihkan pikiran. Bisa dengan mengambil segelas kopi, pergi ke luar ruangan untuk menghirup udara segar atau sekedar berdiri menggerakan tangan atau kepala. Kegiatan kecil seperti ini mampu mengembalikan pikiran yang jenuh agar siap kembali bekerja.

Selamat mencoba!! Happy Coding