Ketika Pemilik Bisnis Turun Gunung Untuk Perkara Teknis

Minggu kemarin ada sebuah perusahaan yang melakukan permintaan ke Rumah Coding untuk mengadakan training di kantornya yang berlokasi Solo. Karena permintaan yang cukup mendadak dan di waktu yang tidak tepat sehingga agak sulit mengatur jadwalnya. Kondisi saat itu, semua trainer sedang ada jadwal termasuk trainer Semarang pun berhalangan. Dengan beberapa pertimbangan, akhirnya saya sanggupi permintaan tersebut dengan saya sendiri sebagai trainernya. Sebenernya agak berat bagi saya karena training memakan waktu 4 hari, sedangkan banyak pekerjaan lain yang harus saya kerjakan. Tapi saya coba berpikir lain barangkali ada opportunity lain yang bisa digarap selesai training.

Alhamdulillah training berjalan lancar. Judulnya memang Corporate Training Android Basic Solo, tapi pada kenyataan-nya, justru saya yang banyak belajar dari direktur perusahaan ini. Beliau adalah Big Boss dengan jumlah karyawan mencapai 1000 lebih. Jumlah karyawan yang tidak sedikit untuk ukuran orang seumuran beliau. Karyawan beliau tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari kota besar hingga pelosok. Bisnis beliau pun beragam mulai dari payment gateway, travel umroh, hingga apartement. Dan memang saya akui, beliau ada tipe pekerja kelas. Hal itu nampak jelas dari setiap response terhadap setiap tugas-tugas coding yang saya berikan.

Pertanyaan besarnya adalah untuk apa belajar android untuk orang selevel beliau. Alasan pertama adalah hobi. Aslinya beliau ini jurusan teknik informatika. Tetapi karena kesibukan di dunia bisnis, perlahan-lahan skill coding-nya mulai hilang ditelan kesibukan. Maka dari itu beliau request training ke Rumah Coding, tujuan-nya untuk merefresh skill codingnya.

Bisnis beliau yang pertama adalah sofware house. Dulu beliau mempunyai produk software antrian. Software antrian-nya sudah banyak dipakai di seluruh kantor cabang bank BNI di seluruh Kalimantan. Software antrian yang beliau buat termasuk salah satu pionir software antrian, di saat bank-bank yang lain masih menggunakan potongan kertas untuk antrian.

Alasan kedua adalah mencari inspirasi dan ide-ide produk digital yang fresh. Beliau banyak berdiskusi dengan saya mengenai seputar ide-ide produk digital yang bisa dieksekusi. Dan kebetulan saya sedikit banyak paham seluk beluk dunia startup. Dalam benak beliau, sudah ada beberapa ide produk baru yang ingin segera dieksekusi dan beliau banyak bertanya dari sisi teknis pembuatan-nya.

Alasan ketiga adalah beberapa bisnisnya yang sekarang sudah berjalan perlu membutuhkan beberapa aplikasi android. Beliau ingin tau sedikit seluk beluk dunia coding android. Dan ini tidak hanya terjadi pada beliau. Beberapa peserta yang training di Rumah Coding juga banyak yang profesinya sebagai pemilik bisnis (bisnis owner). Mereka ingin membuat aplikasi android dari bisnis-nya yang sekarang. Dan goal mereka sebenernya bukan ingin beralih menjadi android developer. Akan tetapi kadang seorang pemilik bisnis perlu mengetahui sedikit perkara teknis agar dapat mengambil keputusan yang tepat. Dan seperti itulah Steve Jobs. Steve Jobs tidak bisa coding, akan tetapi smart enough untuk menjelaskan hal-hal teknis kepada para pendengarnya.

Dan setelah training selesai, sudah dipastikan beliau langsung memberikan saya beberapa projek untuk digarap. Inilah yang saya sebut diawal sebagai opportunity lain.

Tertarik training di Rumah Coding?
Follow @idrumahcoding dan kunjungi www.rumahcoding.co.id

rumahcoding #androidbasic #kursusandroid #androidsolo #codingsolo #kursuscoding #kursusprogramming #corporatetraining #inhousetraining

oleh : Lhuqita Fazry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *